Pantaskah
Ku Cemburu ?
Dada sesak bak digodam besi dan baja.
Nafas terengah-engah layaknya dibungkam puluhan lembar kain tebal, dan terasa
sayatan-sayatan luka dihati kau coba goreskan. Entah mengapa ku masih mau
bertahan untuk mu yang leluasa mengambil alih permainan hati ini.
Aku cemburu, kau didatangi pria yang kau
tolak mentah-mentah. Aku cemburu, kau didekati pria penuh bualan dan
kemunafikan. Aku cemburu, kau bisa tertawa lepas bersama pria-pria yang duduk
disebelah mu saat kuliah. Namun apa pantas aku cemburu ? Apakah aku terlalu
bodoh karena masih mengejar-ngejar mu sampai saat ini dan sampai seperti ini ? Atau memang kau yang
sudah matikan rasa ini, sehingga aku tak tau cara untuk mencintai orang lain ? Atau aku
yang memang pengecut hanya berani mencintai mu dari kejauhan ?
Semua sulit ku jawab. Karena kau adalah wanita
yang sukar untuk ditebak. Mencintaimu seperti bermain ular tangga, butuh
perjuangan untuk bisa sampai keatas dan kehati-hatian untuk tidak jatuh dan
kembali ke bawah.
Pinta ku hanya satu. Lepaskan aku jika
kau tak menginginkanku, tapi ikat aku jika memang kau membutuhkan. Aku datang
bukan untuk mengemis-ngemis cinta mu, aku hanya ingin mengatakan yang sulit
untuk ku ungkapkan. Kau sosok manusia yang berharga dalam hidupku
Menahan sakit seperti sungguh tak
mengenakan diri, namun apa yang harus ku buat ? Aku hanya pria biasa yang sulit
menjadi seperti apa yang kamu mau dan kamu idam-idamkan. Do’a ku hanya satu.
Tuhan memberikan mu laki-laki yang tulus, melebihi ketulusan ku padamu. Sehingga sampai
nafas ini kan berakhir kau tak pernah tau, aku adalah pria yang paling tulus
mencintaimu.
MAAF KU TERLALU BERHARAP...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar