Selasa, 22 April 2014

Terlalu berharap



Terlalu Berharap

Aku kenal dengan mu sebegitu lama. Berawal dari sikapmu yang cuek, acuh dan tak merespon, ku tetap mencoba mendekatimu. Ku hanya ingin mengenal mu lebih jauh, tanpa berharap ku bisa mendapatkan dirimu sebagai kekasih ku. Namun berjalan seiring waktu rasa lebih padamu mulai muncul dan datang seperti kutu.

Hari-hari ku tetap jalani dengan segala upaya mengenal mu lebih jauh. Akhirnya tingkatan respon mu mulai meningkat. Yang awalnya hanya sms biasa tanpa kudapatkan perhatian darimu, kini kamu mulai balik bertanya apa yang ku tanyakan.

Beberapa bulan ku lewati bersama mu. Ku mulai memberanikan diri untuk menelpon mu. Kita berbincang seru melalui sambungan jarak jauh itu. Padahal kost-kost’an ku dengan mu tak begitu jauh. Tapi tak apalah yang penting aku dan kamu mulai dekat dan semakin dekat. Kupikir kamu menyukai ku, ternyata ? Tidak. Penolakan awal itu bukan akhir segalanya bagiku.

Serangan-serangan jitu mulai ku gencarkan untuk mendapatkanmu. Respon yang baik ku dapatkan dan semakin meyakinkan hatiku untuk bisa memilikimu. Namun sanjungan rasa nyaman mu padaku, dan ungkapan rasa sayang itu hanya sebatas status “pertemanan”.

Miris memang, berbulan-bulan ku mendekatimu. Segala upaya ku lakukan untuk meluluhkan hatimu tapi hanya sebatas jawaban sampai disitu. Perhatian yang kamu berikan padaku, kupikir itu sebagai bentuk rasa yang lebih kamu yang juga menginginkanku. Ternyata ? Ku salah pengertian, aku hanya terlalu berharap, aku hanya terlalu menginginkanmu, dan benar akhirnya ini semua hanya mimpi.

MAAF AKU TERLALU SIBUK UNTUK MENGERTI HATIMU, TAPI TAK PERNAH KU LUANGKAN WAKTUKU UNTUK TAHU MAKSUD DAN TUJUAN MU PADAKU.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar