Selasa, 19 November 2013

MALAM BISU

MALAM BISU

Hujan turun rintik pelan. Kota Jakarta penghasil polusi berubah sejuk dan dingin. Esok ku ingat ada tantangan yang siap menunggu. Ujian tengah semester psikologi perkembangan telah menanti. Kacau, panikm dan bingung ketika ingat tak ada materi yang ku miliki. Niat hati pun mencari materi untuk persiapan ujian nanti.

Sms sana sini akhirnya ada balasan yang menyejukan hati. Dia yang ku puja. Sang bidadari dari surga memberikan bantuan dengan senang hati. Ku pikir ini hanya bantuan biasa tanpa adanya hal yang spesial dan indah.

Bagai petir yang menghancurkan bumi. Tanpa ku sangka dia mengajak ku untuk bertemu. Telpon berdering dan betapa melelehnya hati mendengar suara indahnya. Kami pun janjian di suatu tempat dekat kos-kosannya. Tanpa berpikir panjang ku iyakan dan bergegas.

Ku berjalan perlahan menembus malam. Di iringi rintik hujan ku melangkah. Percikan air di kaki makin menambah hawa semakin dingin. Tak karuan rasa di hati. Jantung berdetak seakan ingin pecah dan keluar. Denyut nadi yang mengalir deras tak biasa. Ku merasa ini sebuah mimpi. Seperti mukzijat Tuhan yang mampir tak sengaja dalam hidup ini.

Ku sampai, duduk menunggu dengan mantel hangat dibadan. Dia pun datang dengan senyum khas, mengenakan jacket biru tertera lambang Chelsea dan rambut indahnya yang terurai.

Sungguh aneh mulut ini seperti bingung untuk berucap. Tak mampu berkata sederhana. Hanya bisa berbicara terbata dan senyum ala kadarnya. Ketika mulai berbaur dua manusia datang macam hansip yang memergoki maling. Makin kacau pikiran ini. Mulut seakan terkunci dan membisu, tak sanggup berkata apapun. Sungguh malam itu menjadi malam bisu untuk ku.

Malam semakin larut. Teman ku memutuskan pergi dan kami berdua bak sepasang dua sejoli kembali keperaduan. Sambil ku lempar lelucon, tawa pun memecah sunyi dan menghangatkan dingin yang menusuk pori.

Berpisahlah kami dalam sebuah gang yang menjengkelkan . seperti tak ingin usai malam itu. Bersama sang bidadari cantik dari negeri tak terbaca.

Dalam perjalanan pulang ku merasa bodoh. Kenapa ku tak mampu memanfaatkan itu ? Malam yang tak mungkin bisa terulang lagi. Meski dalam hati senang , pikiran carut marut karena kesalahan diri.


MALAM INDAH BERUBAH BISU...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar