MALAM
BISU
Hujan turun rintik
pelan. Kota Jakarta penghasil polusi berubah sejuk dan dingin. Esok ku ingat
ada tantangan yang siap menunggu. Ujian tengah semester psikologi perkembangan
telah menanti. Kacau, panikm dan bingung ketika ingat tak ada materi yang ku
miliki. Niat hati pun mencari materi untuk persiapan ujian nanti.
Sms sana sini akhirnya
ada balasan yang menyejukan hati. Dia yang ku puja. Sang bidadari dari surga
memberikan bantuan dengan senang hati. Ku pikir ini hanya bantuan biasa tanpa
adanya hal yang spesial dan indah.
Bagai petir yang
menghancurkan bumi. Tanpa ku sangka dia mengajak ku untuk bertemu. Telpon
berdering dan betapa melelehnya hati mendengar suara indahnya. Kami pun janjian
di suatu tempat dekat kos-kosannya. Tanpa berpikir panjang ku iyakan dan
bergegas.
Ku berjalan perlahan
menembus malam. Di iringi rintik hujan ku melangkah. Percikan air di kaki makin
menambah hawa semakin dingin. Tak karuan rasa di hati. Jantung berdetak seakan
ingin pecah dan keluar. Denyut nadi yang mengalir deras tak biasa. Ku merasa
ini sebuah mimpi. Seperti mukzijat Tuhan yang mampir tak sengaja dalam hidup
ini.
Ku sampai, duduk
menunggu dengan mantel hangat dibadan. Dia pun datang dengan senyum khas,
mengenakan jacket biru tertera lambang Chelsea dan rambut indahnya yang
terurai.
Sungguh aneh mulut ini
seperti bingung untuk berucap. Tak mampu berkata sederhana. Hanya bisa
berbicara terbata dan senyum ala kadarnya. Ketika mulai berbaur dua manusia
datang macam hansip yang memergoki maling. Makin kacau pikiran ini. Mulut
seakan terkunci dan membisu, tak sanggup berkata apapun. Sungguh malam itu
menjadi malam bisu untuk ku.
Malam semakin larut.
Teman ku memutuskan pergi dan kami berdua bak sepasang dua sejoli kembali
keperaduan. Sambil ku lempar lelucon, tawa pun memecah sunyi dan menghangatkan
dingin yang menusuk pori.
Berpisahlah kami dalam
sebuah gang yang menjengkelkan . seperti tak ingin usai malam itu. Bersama sang
bidadari cantik dari negeri tak terbaca.
Dalam perjalanan pulang
ku merasa bodoh. Kenapa ku tak mampu memanfaatkan itu ? Malam yang tak mungkin
bisa terulang lagi. Meski dalam hati senang , pikiran carut marut karena
kesalahan diri.
MALAM
INDAH BERUBAH BISU...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar